Saran JobStreet untuk Mempertahankan Karyawan dan Mencari Pegawai Baru

Sejumlah perusahaan sudah memberlakukan kembali work from office atau WFO.

Hanya saja, bekerja di kantor kini sudah tidak menjadi pilihan utama sebagian karyawan.

Berdasarkan laporan Decoding Global Talent JobStreet, sebanyak 68 persen karyawan memilih bekerja kombinasi, antara di kantor dan di rumah.

Hanya 9 persen karyawan yang memilih bekerja dari kantor sepenuhnya.

Terlebih tantangan selama pandemi Covid-19 memaksa karyawan untuk memaklumi kondisi perekonomian yang sulit.

Masih ada perusahaan yang mencoba bertahan dengan berbagai skema penghematan, misalkan memotong gaji pegawainya, mengurangi fasilitas, dan sebagainya.

Apabila ada karyawan yang tidak menerima situasi tersebut, maka pilihannya adalah berhenti, dan perusahaan tidak bisa melarangnya.

Perusahaan tidak bisa melarang karyawan untuk pindah dan mencari tantangan baru, namun perusahan tetap harus menyiapkan strategi untuk mencari pengganti dengan promosi atau membuka lowongan baru.

“Kami berharap bisa membantu perusahaan menghadapi tantangan dan menyesuaikan diri dengan tren pekerjaan dan gaji, terutama pada masa transisi WFO dan WFH,” kata Sawitri Hertoto, Country Marketing Manager JobStreet Indonesia.

Berikut upaya perusahaan untuk menarik karyawan baru dan mempertahankan pegawainya berdasarkan informasi dari JobStreet: Gaji dan kompensasi merupakan salah satu pertimbangan utama karyawan saat bekerja di perusahaan.

Sebab itu, untuk dapat menarik karyawan baru dan mempertahankan pegawai lama, maka perusahaan harus bisa menawarkan gaji yang kompetitif.

Perusahaan juga perlu mengetahui tren gaji di setiap level dan spesialisasi pekerjaan agar dapat menentukan gaji yang kompetitif dan mengatur anggaran SDM.

Berikut Laporan Gaji JobStreet 2022 yang bisa menjadi panduan perusahaan: Selama pandemi, hubungan di antara karyawan menjadi salah satu hal yang penting.

Data JobStreet menunjukkan, saat ini ada dua prioritas karyawan saat bekerja, yakni hubungan baik dengan rekan kerja dan hubungan baik dengan atasan.

Di sini employee engagement atau membangun keterikatan di antara karyawan menjadi sangat penting.

Program employee engagement dapat menghasilkan komunikasi yang transparan dan mengantisipasi munculnya change fatigue pada karyawan.

Program tersebut juga memberikan pemahaman tentang peran dan tanggung jawab setiap karyawan, serta kejelasan arah organisasi.

Data JobStreet menunjukkan, dengan karyawan yang memilih bekerja kombinasi, antara di kantor dan di rumah, maka perusahaan harus menetapkan kebijakan dan pedoman kerja yang jelas dan terbuka.

Perusahaan juga perlu menentukan jam kerja yang fleksibel karena selama pandemi, karyawan merasa jam kerja semakin panjang.

Perusahaan tetap harus menyiapkan tempat kerja bagi pegawai yang WFO, termasuk protokol kesehatan dan perlengkapan kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.